Dheny Muhammad IsmailLatihan Nulis

Perkenalan GNU/Linux untuk Orang Awam

Sumber : https://kursusteknoplasma.wordpress.com (ODT)
Penulis sumber : Ade Malsasa Akbar
Tanggal menulis : 12 Juni 2017
Lisensi sumber : CC BY-SA 3.0

Judul : Perkenalan GNU/Linux untuk Orang Awam
Dimodifikasi oleh : Dheny Muhammad Ismail
Tanggal modifikasi : 27 Mei 2020
Lisensi : CC BY-SA 3.0

 

Materi ini ditujukan baik yang sudah menggunakan GNU/Linux atau pun yang belum menggunakan GNU/Linux. Semuanya akan memperoleh materi seperti bagaimana sih, GNU/Linux itu?? Tujuan Kang Malsasa ialah memberi Anda bekal dasar untuk migrasi nantinya ke GNU/Linux, serta memperkuat Anda yang sekarang sudah memakainya.

 

MATERI 1 : MENGENAL 3 PRODUK

Di dalam memperkenalkan GNU/Linux, setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri dan cara yang penulis sumber pilih ialah dari sisi fakta dan sejarah (untuk memberi pengertian yang bebas dari keraguan).
Di dunia ini ada 3 produk :

  1. Ada GNU, produk dari Proyek GNU (https://www.gnu.org).
  2. Ada Linux, produk dari Proyek Linux (https://www.kernel.org).
  3. Ada GNU/Linux, produk dari pihak ketiga.

Beliau ingin setiap orang bisa melihatnya dengan jelas, bahwa ada 3 produk berbeda dari 3 sumber berbeda pula. Beliau perlu menyampaikan amanah penting bahwa Anda sekalian berhak tahu bahwa setiap software itu memiliki 2 wujud :

  1. Wujud originalnya, namanya : Source Code.
  2. Wujud turunannya, namanya : Binary Code.

GNU dan Linux, 2 produk dari 2 sumber berbeda, adalah software dan dirilis ke publik dalam wujud Source Code. Jadi, GNU jika Anda unduh dari https://www.gnu.org, itu 100% source code. Sama halnya dengan kernel Linux, Anda unduh dari https://www.kernel.org pun adalah 100% source code.

Sementara GNU/Linux, Anda unduh dari bermacam-macam distributor seperti misalnya : Fedora, openSUSE, Debian atau Zorin, itu sudah dalam bentuk kedua, yaitu Binary Code. Arti dari binary adalah :

Binary code = bisa langsung dijalankan di komputer + bisa langsung dipakai.

ISO debian whèezy, ISO Linux Mint misalnya yang Anda unduh, Anda bakar dan Anda instal itu adalah wujud dari Binary Code-nya. Binary code adalah semua software yang bisa langsung dieksekusi fungsinya oleh komputer. Termasuk OS (Operating System) yang langsung bisa running (jalan), itu sudah pasti dalam bentuk binary. CD-CD Windows yang Anda miliki, itu semuanya sudah binary code. Source code-nya ditahan oleh developernya.

Catatan :
– source code GNU ada di sini : http://ftp.gnu.org/gnu/
– source code Linux ada di sini : https://www.kernel.org

Nahh.. materi di sini mau ngomongin yang mana sih?? Ngomongin GNU, ngomongin Linux atau ngomongin GNU/Linux??

“Jawabannya : kita bicara tentang GNU/Linux”.

Di sini lalu muncul pertanyaan, “terus GNU itu apaan?? Linux itu apaan?? GNU/Linux itu apa definisinya??”

Dalam bahasa paling sederhana :

  1. GNU adalah OS, sifatnya UNIX-like, dirilis berbentuk source code.
  2. Linux adalah kernel (salah satu komponen penting OS), sifatnya juga UNIX-like, dirilis juga berbentuk source code.
  3. GNU/Linux adalah OS siap pakai, dihasilkan dari menggabung GNU + Linux, diproduksi oleh distributor-distributor pihak ketiga.

GNU adalah OS, sedangkan Linux bukanlah OS, melainkan kernel. Kernel adalah salah satu komponen OS yang bertugas mengelola sumber daya hardware.

GNU memiliki kernel sendiri, namanya The Hurd.

GNU adalah OS, namun tidak dapat langsung dijalankan di komputer, karena wujudnya berbentuk source code. GNU dibuat dengan tujuan sosial agar pihak-pihak lain bisa membuat OS sendiri dengan memodifikasi source code GNU.

Bagaimana GNU/Linux itu terbentuk??

Sebelum masuk ke ranah itu, perhatikan dahulu OS saingannya, yaitu Windows. Windows, simpel saja. Produk tunggal dari 1 pabrik, seluruh komponennya dibuat oleh pabrik yang sama yaitu Microsoft. Itu Windows. Tapi, GNU/Linux tidak. GNU/Linux tidak keluar dari Proyek GNU (nomor 1 diatas), juga tidak keluar dari Proyek Linux (nomor 2 diatas), tetapi keluarannya dari Proyek Pihak Ketiga (nomor 3 diatas).

Ambil contoh : Debian.

Proyek Debian tidaklah menciptakan keseluruhan komponen OS-nya seorang diri. Jadi, bukan seperti Microsoft. Sama halnya dengan proyek Ubuntu maupun CentOS, mereka tidak menciptakan semuanya sendiri. Yang mereka lakukan ialah mendistribusikan ulang GNU + Linux dalam satu gabungan baru yang disebut GNU/Linux. Prosesi terbentuknya GNU/Linux sederhananya seperti ini :

ada sebuah pihak ketiga –> dia mengambil source code GNU –> dia mengambil source code Linux –> dia memproses semua source code menjadi binary code –> dia memproses sampai jadi OS siap pakai –> dia mempublikasikan di Internet.

Materi 1 diatas, beliau maksudkan supaya Anda bisa membedakan dan tidak salah menganalogikan GNU/Linux seperti Windows. Karena memang beda dan harus dibedakan sesuai porsinya.

 

MATERI 2 : MENGENAL DISTRO

Seperti yang Anda sudah dengar diatas, beliau menyebut istilah “mendistribusikan” atau “mendistribusikan ulang”. Bahwa yang disebut GNU/Linux itu ialah produk distribusi. Dinamakan lengkap : distribusi GNU/Linux. Istilah tersebut sering disebut pula : distro GNU/Linux. Atau disebut simpel seperti ini saja : distro. Sebenarnya, satu per satu distro yang kita kenal, seperti : Debian, itu sudah mewakili 1 OS utuh yang bisa dibandingkan dengan Windows maupun Mac OS X.

Lalu apakah distro itu?? Apa cirinya??

Sebuah distro GNU/Linux itu ialah sebuah distribusi software yang masuk di dalamnya :

  1. Repositori software.
  2. OS GNU/Linux itu sendiri.

Apa yang didistribusikan oleh sebuah distro?? Jawabannya :

  1. Binary code dari GNU + Linux.
  2. Source code dari GNU + Linux.
  3. Binary + source dari software selainnya.

Jadi, di setiap distro yang Anda temukan, apa pun mereknya, mereka semua secara umum memberi Anda 3 poin diatas.

Lalu, apa contoh distro GNU/Linux??

Dari sejarah, kita bisa mengambil pelajaran diantara distro termasyhur yang paling awal munculnya :

  1. Slackware.
  2. Debian.
  3. Red Hat Linux.
  4. SUSE.
  5. Mandrake.
  6. Gentoo.

Masing-masing dari 6 nama tersebut diatas adalah OS siap pakai yang berdiri sendiri. Dan dari 6 distro inilah bermunculan distro-distro yang lain seperti Ubuntu dan seterusnya. Tentu, beliau cuplik hanya 6 (tidak termasuk CRUX, Arch, dll.) untuk memudahkan penyebutan.

Tugas sebuah distro itu tidak sama dengan tugas Microsoft terhadap Windows. Dengan kata lain, Windows tidak mengenal repositori. Tugas sebuah proyek distro seperti : Debian, itu berat sekali. Tugas mereka ialah mengumpulkan puluhan ribu source code software di seluruh dunia, meletakkannya di satu tempat, lalu memproses source code tadi menjadi binary code, membingkiskan semuanya source code maupun binary code ke pengguna. Pertanyaannya : apa nama tempat di mana semua software tersebut diatas diletakkan?? Itulah, repositori. Setiap distro memiliki repositori sendiri-sendiri. Setiap repositori itu, menyediakan 2 wujud software :

  • wujud source code disediakan,
  • wujud binary code juga disediakan.

Satu hal lagi yang berhak Anda sekalian tahu : source code bisa diubah menjadi binary code, tetapi tidak sebaliknya. Inilah keuntungannya semua distro menyediakan 2 wujud software di repositorinya. Pengguna dapat keuntungan double dan bahkan tak terbatas.

Masih di materi yang sama. Pertanyaan berikutnya : apa bedanya distro satu dengan distro lainnya?? Apakah ini yang hendak teman-teman tanyakan??

Supaya Anda mudah memahaminya, perbedaan inti antara distro ialah : Sistem Manajemen Paketnya. Yang disebut manajemen paket ialah metode instalasi software. Jadi, salah satu inti terbesarnya bedanya di sana, metode instalasi software-nya.

Kendati semua distro punya repo, masing-masing punya cara tersendiri untuk menyambungkan antara pengguna dengan repo tersebut, bagaimana suatu software bisa dipasang. Dalam bahasa Windows, kita kenal format paket seperti : .msi atau .exe. Paket apakah tersebut?? Itu paket software, software installer yang memasangkan software ke sistem Windows.

Bagaimana dengan GNU/Linux?? Apakah format paketnya .msi juga?? Jawabannya tidak. Masing-masing distro memiliki format “MSI” sendiri-sendiri atau menginduk ke distro lainnya. Di GNU/Linux, kita pakai .deb di keluarga Debian, .rpm di keluarga Red Hat, dan lain-lain. Ketika Anda pegang paket .deb, Anda tidak bisa instal itu di Fedora. Ketika Anda pegang paket .rpm, Anda tidak bisa instal itu di Ubuntu. Isi dari repositori Debian atau Ubuntu atau Mint, itu puluhan ribu software dalam format .deb ini. Isi dari repositori Red Hat Enterprise Linux, CentOS dan Fedora itu puluhan ribu software juga, tapi formatnya .rpm. Nahh.. kita pengguna Ubuntu, untuk menginstal paket software di dalam OS Ubuntu adalah dengan menggunakan program apt-get. Kita pengguna Fedora, untuk menginstal paket software di dalam OS Fedora adalah dengan menggunakan program dnf. Seperti itu garis besarnya.

Catatan :
– semua distro yang ada sekarang ini, kernelnya adalah Linux. Hanya Debian saja yang sudah memiliki kernel Hurd.
– komponen GNU adalah seperti perintah : cp, mv, rm, du, dd, df, ls, mkdir. Komponen tersebut adalah bukan komponen dari Linux. Hanya saja, selama ini kita diperkenalkannya itu dari Linux. Padahal komponen tersebut dari GNU.

Comment here